Add to Technorati Favorites   Personal Blogs   Top Blogs   Blog directory   Blogs Topsites - TOP.ORG   Personal blogs & blog posts   kehidupan, hidup   Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

20 Februari, 2009

Pensiun Sebagai Milyarder . . . !

Kata siapa karyawan biasa nggak bisa jadi milyarder ?

Saya yakin, sobat-sobat yang kebetulan mempunyai mata pencaharian sebagai karyawan perusahaan, kadang-kadang punya pemikiran betapa enaknya hidup sebagai pengusaha atau konglomerat yang punya duit milyaran rupiah. Kehidupan sebagai milyarder menjadi sebuah hal yang jauh dari jangkauan. Jangankan benar-benar berusaha jadi milyarder, membayangkannya saja sudah sulit, seakan-akan semuanya hanya mimpi belaka. Melalui tulisan ini, saya hendak mengatakan bahwa menjadi milyarder bukan lah impian belaka bagi para karyawan biasa.

Ya . . , karyawan biasa pun bisa menjadi milyarder tanpa perlu melakukan hal-hal tidak terpuji seperti korupsi dan lain-lain!

Saya tidak sedang menjual mimpi lho, tapi sekedar bermaksud membuka wawasan terhadap hal kecil dalam keseharian kita yang para sobat pasti sudah tahu, tapi mungkin terlupakan !

Yang akan saya bicarakan adalah mengenai nilai waktu uang yang ajaib. Sebuah contoh kecil, bila kita menabung Rp 100.000,- setiap bulan di “celengan ayam” kita terus-menerus selama 20 tahun tanpa pernah diambil, maka jumlah uang kita 20 tahun yang akan datang akan menjadi Rp 24.000.000,- (Rp 100.000,- x 12 bulan x 20). Tapi bila uang itu disimpan misalnya di bank dengan pola penyimpanan yang sama, dengan tingkat bunga bank setelah pajak rata-rata adalah 12% setahun, maka 20 tahun lagi kita akan melihat saldo simpanan kita sebesar Rp 98.925.537,- atau empat kali lipat dari saldo “celengan ayam” kita.

Ok, mari kita bicarakan hubungannya dengan menjadi milyarder. Kita ambil contoh saat ini sobat berumur 25 tahun, baru memulai karir sebagai karyawan dengan gaji lumayan sebesar Rp 2.500.000,- sebulan. Kemudian mulai sekarang sobat menyisihkan Rp 500.000,- setiap bulan di bank atau instrumen investasi lainnya, dan dengan skill berinvestasi yang standar, tingkat pengembalian bersih 12% per tahun (atau 1% per bulan) tidak terlalu besar untuk dijadikan patokan. Sementara, sisanya Rp 2.000.000,- dipakai untuk pengeluaran rutin bulanan. Tiap tahun setelah itu, perusahaan tentunya memberikan kenaikan gaji (anggap kenaikan gaji per tahun 12,5% dari gaji tahun sebelumnya). Pada awal tahun kedua, gaji sobat akan menjadi Rp 2.812.500,-. Begitu gaji sobat naik, sobat menaikkan jumlah uang yang disisihkan sebesar 12.5% atau menjadi Rp 562.500,- sebulan, sementara anggaran pengeluaran rutin juga bisa ditambah menjadi Rp 2.250.000,-. Pada tahun ketiga gaji naik lagi 12,5%, dan uang yang disisihkan juga diperbanyak menjadi sebesar Rp 632.813,- (naik 12,5%). Tentunya kenaikan jumlah penyisihan ini tidak akan terlalu membebani sobat karena jumlah uang yang dapat dibelanjakan juga naik jauh lebih besar menjadi Rp 2.531.250,-. Demikian hal tersebut dijadikan kebiasaan dan terus dilakukan secara disiplin. Pertanyaannya, bila hal itu dilakukan secara rutin dalam kehidupan dan saldonya nggak pernah diganggu gugat, berapakah jumlah uang sobat pada saat sobat pensiun di usia 60 tahun nanti ? apakah 400 juta? Atau 500 juta?

Jawaban yang benar, adalah : Rp 12.515.677.087,- (dua belas milyar setengah) !

Dengan ilustrasi ini, saya mencoba membuktikan bahwa dengan bermodalkan kedisiplinan, tanpa membebani kebebasan pengeluaran (karena jumlah uang yang tersedia untuk spending juga meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun), sobat bisa pensiun sebagai seorang milyarder.

Nah, diantara para sobat mungkin ada yang berkata, “Ah, itu sih gombal. Memang nanti kita punya uang milyaran, tapi kebutuhan hidup bulanan 35 tahun lagi juga kan sudah berlipat-lipat !”.

Yup, memang betul. Saya sudah menghitungnya, dengan tingkat inflasi rata-rata 10% per tahun (cukup make sense untuk Indonesia), 35 tahun lagi pengeluaran rutin sobat akan menjadi Rp 51.095.340,- per bulan.

Dengan jumlah simpanan sebesar sekitar Rp 12.5 milyar dan pengeluaran rutin Rp 51 juta sebulan pada usia 60 tahun, dan sobat betul-betul pensiun (nggak cari duit sepeser pun juga), cuma menggandakan uang simpanan dengan pola yang sama, maka :
  1. Uang simpanan itu cukup untuk membiayai pensiun sobat bahkan sampai umur 80 tahun, dan
  2. Bila sobat beruntung hidup sampai umur 80 tahun, pada usia 80 tahun sobat memiliki sesuatu buat diwariskan ke anak cucu, yaitu uang sebesar Rp 35,7 milyar !
Waduh, kok malah jadi tambah gede yach ? Bingung ah !

Ha ha ha, buat sobat-sobat yang bingung, nggak usah ngitung, saya sudah membuatkan sebuah program kecil yang bisa di download gratis DISINI.

Dengan program itu, sobat bisa main-main memasukkan variasi-variasi usia sekarang, usia pensiun yang diharapkan, jumlah simpanan, dan lain-lain; yang bisa dipergunakan bagi diri sobat, kakak adik, famili, teman, atau siapa saja.

Sebagai informasi tambahan agar kolom inputan diisi lebih tepat sehingga hasil simulasi juga lebih tepat:
  1. Jumlah pengeluaran rutin per bulan adalah pengeluaran untuk sandang pangan, hiburan, dll, namun TIDAK termasuk cicilan-cicilan mobil, rumah, atau kredit lainnya.
  2. Menurut saya, estimasi inflasi cocoknya diisi angka 10%.
Makanya, tunggu apa lagi, yuk cepat-cepat menyisihkan uang kita sejak muda, karena semakin tua umur kita, jumlah yang harus disisihkan akan jauh lebih besar. Sebagai patokan, bagi sobat yang berumur 25 tahun, perbandingan jumlah yang disisihkan dengan jumlah pengeluaran rutin sebaiknya 1 : 4.

Semoga tulisan kecil ini bisa berguna bagi sobat sekalian, minimal menginspirasi kehidupan kita untuk menabung secara teratur.
Seperti kata pepatah : sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.


6 comments:

Anonim,  21 Februari, 2009 09:18  

om, saya koq gk paham, kena bunga bank duitnya malah jd bengkak 4x, gmn bisa?

saya baca2 d blog sebelah, klo saldo awal anda 1jt, bunga 2%, cuma dapat Rp 1.666 (ini saya jg bingung,dapaetnya koq cuma segitu).

Jgn lupa mas, ada biaya administrasi ATM dsb... :D

deni oktora 21 Februari, 2009 09:48  

halo teman-teman

main-main donk ke blog aku

www.denioktora.com

salam kenal ya untuk semua blogger indonesia:)

Bellar 21 Februari, 2009 13:15  

Buat dik Anonim,
Mungkin blog sebelah itu lagi ngebahas kondisi anomali yang terjadi sekarang ini, yaitu bunga < inflasi. Tapi dalam jangka panjang, hasil investasi portfolio (saya nggak cuma bilang bunga bank lho, sukuk retail juga termasuk) relatif > tingkat inflasi. Contohnya sukuk retail penghasilannya 12% (pada saat anomali sekarang lho), sementara inflasi < 10%. Kalau berminat diskusi lebih jauh, boleh via email di tcs.bellar@yahoo.com. Makasih pertanyaannya yach !

Yanowa 21 Februari, 2009 20:23  

aku ntar kalo jadi miliyarder gak bakal pensiun ahh

BAE 22 Februari, 2009 07:56  

Bagaimanapun juga menabung memang bermanfaat kok.

Khafi 22 Februari, 2009 17:04  

wah... gak paham de kalo soal ginian.. :D

Posting Komentar

  © Blogger template AutumnFall by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP